Sunday, March 6, 2016

.:Kalau kau sayang aku. Tolong pergi tinggalkan diriku:.

Rembulan begitu indah menyinari seisi alam. Kelelawar terbang silih berganti mencari makan. Debur ombak memecah kesunyian.
Malam minggu yang panjang, sepasang kekasih duduk berdua memadu kasih dibawah sejuknya sinar rembulan dibibir pantai yang menawan.
Mereka terlihat cukup mesra, canda tawa ringan saling berpegang tangan membuat siapa yang melihatnya akan merasa cemburu. Pada dasarnya sang gadis merasa kurang nyaman dengan kondisi tersebut. Hatinya sangat bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukannya.
“Yang... Apakah kamu benar-benar cinta kepadaku? “ tanya sang gadis
Sekali lagi sang gadis bertnya kepada pacarnya “Apakah kamu benar-benar sayang kepadaku? “
Tiba-tiba sang gadis yang biasanya tidak mengenakan jilbab kini telah mengenakan jilbab bertanya seperti itu kepada kekasihnya, jauh dipelupuk matanya dia sangat yakin kalau sang pria benar-benar mencintai dan menyayangi dirinya.
Mendengar pertanyaan seperti itu, sang pria menatap lekat mata sang gadis tersebut. Dia tidak mengira kekasihnya melontarkan pertanyaan seperti itu.
“Sayang...Kenapa kamu menanyakan hal itu? “
“Apakah pengorbananku selama ini untuk membuktikan bahwa aku benar-benar cinta dan sayangku padamu masih kurang?” sang pria balik tanya. Mata mereka masih saling menatap lekat.
“Samudra yang luas ini, pegunungan yang menjulang tinggi, jurang yang dalam, dan gurun pasir akan ku lewati jika kamu meminta diriku untuk melakukannya sebagai bukti cinta dan sayangku kepadamu” lanjut sang pria meyakinkan.
“Aku tidak meminta kamu melakukan hal itu, yang ku minta adalah...” sang gadis terdiam.
“Apa sayang... apa yang kamu pinta sayang. Untuk membuktikan cinta dan sayangku padamu! Aku rela melakukan apapun! Aku tidak mau melihat kamu sedih, aku tidak mau melihat kamu menderita” meyakinkan
“Benarkah itu?” butuh kepastian
“Ya itu benar, pokoknya apa yang kamu pinta pasti akan aku turuti”
“Baiklah, kalau kamu emang benar-benar sayang kepadaku. Tolong pergi tinggalkan diriku. Jalinan kasih sayang kita cukup sampai disini” wajah sang gadis tertunduk, menahan air matanya  sambil berusaha melepaskan tangan dari pegangan sang kekasih.
“Kenapa sayang... kenapa kamu meminta aku melakukan hal tersebut? Apakah kamu tidak cinta dan sayang kepadaku?” Tidak percaya sambil berusaha meraih tangan sang kekasih. Sang gadis berupaya untuk menghindar.
“Tidak sayang... bukannya aku tidak sayang kepadamu. Tapi...
“Tapi apa sayang, bukannya kedua orang tua kita sudah merestui hubungan kita! Apakah ada orang lain dihatimu?
“Bukan, sayang... aku minta kamu melakukan hal ini karena aku sayang kepadamu, karena aku sangat mencintaimu, karena aku tidak mau melihat kamu menderita” Menangis.
“Lantas!!! kenapa kamu minta kita putus?
“Karena...
“karena aku baru sadar bahwa tidak ada istilah pacaran dalam islam. Didalam surah Al-Isra’ ayat 32 Alah telah berfirman:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk (Al-Isra’: 32)
Mendekati saja dilarang, apalagi melakukannya. Pacaran merupakan suatu perbuatan yang mendekati zina, itu artinya perbuatan dosa. Orang-orang yang berdosa akan diazab dalam neraka. Satu hari hidup diakhirat sama saja seribu tahun hidup didunia. Dan aku tidak mau kita sama-sama diazab, aku tidak mau kita sama-sama menderita, biarlah menderita hidup didunia dari pada hidup diakhirat. Untuk itu aku minta kita putus.
Sang pria hanya melongo, sementara sang gadis telah pergi meninggalkan dirinya


Berharap pemuda pemudia Indonesia abad 21 seperti di atas J

Cerpen karya Musdalifah
(Anggota Magang Laboratorium Bahasa)

No comments:

Post a Comment