Sunday, March 6, 2016

Analisis Novel "Belenggu"

Judul Novel                             : Belenggu
Pengarang                               : Armijn Pane
Angkatan                                : Angkatan 30 atau Pujangga Baru
Nama Penerbit                        : Dian Rakyat 
Halaman                                  : 150

Sinopsis

Sukartono atau biasa dipanggil Tono seorang lelaki yang memilih seorang istri yang bernama Sumartini atau di panggil Tini, menjadi istrinya . Namun Tono menikahi Tini hanya atas dasar kecantikan, kepintaran, dan keenergikan Tini saja. Tono beranggapan bahwa wanita yang pantas mendampinginya adalah wanita yang berkarakter seperti Tini. Sayangnya, Tono memilih Tini bukan atas dasar cinta.  Begitu juga dengan Tini, tini sebenarrnya menikah dengan Tono bukan berdasarkan di Mencintai Tono, karena Tini berkeinginan menikah dengan seorang dokter yang bernama Sukartono. Kehidupann rumah tangga mereka sama-sama tidak didasari oleh cinta. Akibatnya,  Rumah tangga yang dibangun bukan atas dasar cinta itu akhirnya tidak bahagia. Kehidupan Tono dan Tini kurang harmonis dan sering terjadi pertengkaran di antara mereka.
Disetiap harinya mereka menyibukan diri mereka masing-masing dengan aktifitas masing-masing. Tini yang ikut dalam organisasi kewanitaan, disibukan dengan berbagai macam kongres dan kegiatan, sedangkan Tono sibuk dengan tugasnya sebagai dokter. Tono lebih mencintai profesinya sebagai dokter, daripada kepada Tini sebagai istrinya, bagi Tono pekerjaannya adalah pekerjaan yang mulia. Dia bekerja tanpa mengenal waktu. Jam berapa pun pasien membutuhkannya, dia selalu datang. Itulah sebabnya, ia sangat disenangi para pasiennya. Selain mudah dimintai pertolongan, Tono juga dikenal sebagai dokter yang dermawan karena ia tidak     pernah minta   bayaran          pada    pasiennya yang  kurang        mampu.
Akibat kesibukan Tono dengan pekerjaannya, ia jarang sekali memperhatikan istrinya sendiri. Hal ini sering menjadi pemicu pertengkaran diantara mereka. Tini merasa dikucilkan oleh suaminya sendiri, dan merasa tidak betah hidup dengan kesendirian, walaupun ia memiliki suami. Suatu hari, pasien Tono yang bernama Ny. Eni menelpon Tono. Setelah lama berbincang ternyata Ny. Eni adalah teman lamanya waktu di Bandung dulu, nama aslinya adalah Rohayah. Didalam percakapannya itu Rohayah menggoda Tono, Namun Tono masih menjaga sumpahnya sebagai seorang dokter. Hari-hari berikutnya Rohayah sering mendatangi Tono dengan berpura-pura sakit, dan minta untuk dirawat, akhirnya karena bertemu hampir setiap hari, Tono tidak bisa menahan cintanya terhadap Rohayah. Hubungan mereka kian hari kian mesra, Tono sering mengajak Rohayah ke Tanjung Priok pesiar. Kedekatan Tono dengan Rohayah akhirnya sampai ditelinga ibu-ibu teman Tini, hal ini membuat rumah tangga mereka kian berantakan.
Ketika Tini pergi ke Solo untuk mengadakan Kongres Perempuan Seumumnya, Tono makin tidak bisa menahan gejolak cintanya terhadap Rohayah. Ia memutuskan untuk tinggal selama seminggu di rumah sewaan Rohayah. Sejak mereka tinggal berdua, mereka mengingat kembali masa-masa lamanya dulu waktu masih di Bandung. Setelah Tono lulus dari sekolah rendah di Bandung, Tono meneruskan sekolah HBS di Surabaya. Sementara Rohayah yang berbeda tiga tahun dalam sekolah itu harus kembali ke Palembang karena akan dikawinkan oleh orang tuanya. Sikap Rohayah yang penuh pengertian membuat Tono mabuk asmara. Hubungan Tono dengan Tini semakin meruncing. Apalagi berita itu menyebar di kalangan ibu-ibu teman Tini.

Ketika Tini pergi ke Solo mengadakan Kongres Perempuan Seumumnya, Tono makin gila. Ia memutuskan untuk tinggal selama seminggu di rumah sewaan Rohayah. Dari pertemuan sebagai suami isteri itu kemudian terungkap kembali kisah lama mereka. Ternyata lelaki yang akan dinikahkan lebih tua dari Rohayah, Rohayah tidak ingin menikah dan akhirnya pergi meninggalkan rumah, dan merantau ke Jakarta. Ketika di Jakarta Rohayah menjadi wanita panggilan dari hotel ke hotel. Kemudian ia menjadi nyai seorang lelaki Belanda di Sukarasa. Hanya selama tiga tahun, kemudian Rohayah meninggalkan suaminya lagi.
Ketika mendengar berita bahwa Tono menjadi dokter di Jakarta, ia pun berusaha menemui Tono. Bagi Tono, Rohayah adalah tempat pelarian, tempat berkeluh, tempat di mana pikiran-pikiran kusut dan kenangan lama yang mati dapat dihidupkan kembali. Rohayah amat berbeda dengan Tini, isterinya. Tono mengatakan bahwa ia tak mungkin lepas lagi dari Rohayah. Ketika itu Tono akan menjadi juri pada perlombaan keroncong di Pasar Gambir. Hartono dan Mardani kawannya semasa sekolah di kota Malang datang berkunjung. Hartono menanyakan isteri Tono, Tono hanya mengatakan bahwa ia sedang ke Solo. Hartono kemudian mengetahui bahwa isteri Tono adalah Tini, seorang gadis yang pemah bersahabat dengannya di Bandung sewaktu ia menjadi mahasiswa Technische Hoogereschool. Secara tidak sengaja, Tini bertemu dengan Hartono ketika Hartono menunggu Tono pulang dari kantor. Pertemuan itu mengungkapkan peristiwa beberapa tahun silam di Bandung.
Tini ternyata bekas kekasih Hartono, bahkan Tini sendiri telah ternoda oleh Hartono. Itulah sebabnya kemudian Tini mau menerima Tono menjadi suaminya, di samping sikap Hartono sendiri yang pengecut membuat surat perpisahan dan mengatakan bahwa setibanya surat itu pada Tini, Hartono telah tiada. Hartono ternyata hanya mengganti namanya menjadi Abdul Humid dan masih duduk dalam organisasi Partindo tempat mereka berdua berkenalan pertama kali. Pada pertemuan itu Hartono masih mengharapkan agar Tini dapat kembali padanya. Namun Tini amat tersinggung pada sikap Hartono. Ia marah dan meminta supaya mereka hidup sendiri-sendiri.
Dilain pihak Tono tertipu lagi oleh sikap Rohayah yang selalu manis didepannya . Siti Hayati seorang penyanyi yang merupakan pujaannya ternyata adalah Rohayah sendiri. Ia amat tidak senang dengan sikap Rohayah yang selalu berpura-pura. Tono beranggapan bahwa Rohayah akan selalu bersikap manis dan merayu laki-laki lain seperti kalau ia bersama dengan Tono. Rohayah yang terpojok dan merasa tidak dipercaya mengatakan pada Tono bahwa ia sebenarnya amat mencintai Tono namun ia takut apakah hubungan cintanya dapat langgeng. Ia merasa tidak seimbang mendapatkan Tono, itulah masalahnya.
Sebenarnya sebelum menikah Tono telah mengetahui bahwa Tini telah ternoda. Ia juga tahu bahwa ketika Tini menerimanya sebagai suami tidak berdasarkan cinta. Tono mau menerima Tini karena kekagumannya pada kecantikan Tini. Namun ia tidak pemah mengetahui siapa laki-laki yang menodai Tini. Pikiran-pikiran yang menyebar itu menyebabkan ia dapat memaklumi keadaan        Rohayah.                                       Ia    pun      menerima                     alasan  Rohayah.
                     Suatu ketika paman Tini datang hendak mendamaikan pertengkaran Tini dengan Tono. Namun usaha itu sia-sia. Baik Tono maupun Tini tidak dapat rukun kembali. Tini yang sudah mengetahui hubungan gelap Tono dengan Rohayah berkeinginan untuk menemui dan mendamprat Rohayah. Bertemulah Tini dengan Rohayah di sebuah hotel. Keinginan Tini untuk memaki-maki Rohayah yang telah menggoda suaminya akhirnya luluh begitu Tini bertemu dengan Rohayah. Karena melihat sikap Rohayah yang  lemah lembut dan sangat perhatian. Tini merasa malu dengan Rohayah, lebih-lebih ternyata Rohayah banyak tahu masa lalu Tini yang gelap. Tini menyesal bahwa selama ini ia kurang memberi perhatian pada Tono. Ia bukan istri yang baik. Ia tidak pernah memberikan kasih sayang yang tulus kepada Tono suaminya.
Peristiwa di hotel itu membuat Tini sadar diri. Ia merasa gagal menjadi seorang istri. Akhimya, Tini memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Bahkan ia berharap agar Rohayah bersedia menjadi isteri Tono. Niat ini disampaikan kepada Tono. Kenyataan ini juga membuat Tono tersadar. Ia berharap Tini masih mau menjadi istrinya. Tetapi tekad Tini sudah bulat. Perceraian tidak dapat dihindari lagi.Akibat perceraian ini hati Tono amat sedih. Lebih sedih lagi ketika Tono menghadapi kenyataan bahwa Rohayah telah meninggalkan dirinya. Yang dijumpai Tono hanyalah sepucuk surat dan sebuah piringan hitam lagu-lagu Siti Hayati yang tak lain adalah Rohayah sendiri. Rohayah yang menyatakan betapa ia sangat mencintai Tono, tetapi ia tidak ingin merusak rumah tangganya. Untuk itu, Rohayah telah meninggalkan tanah air pergi dan ke New Caledonia. Sedangkan Tini saat ini sudah berada di Surabaya, mengabdikan dirinya di sebuah panti asuhan yatim piatu.




UNSUR INSTRINSIK

A.    Tema
Tema yang terdapat dalam novel “Belenggu Karya Arminj Pane” ini adalah “Problematika Cinta Segita”.

B.     Alur
Alur yang digunakan dalam Novel Belenggu adalah alur maju. Karena dimulai dari perkawinan yang utuh antara Tono (Sukartono) dan Tini (Sumartini) kemudian muncul konflik yaitu adanya cinta segitiga antara Tini, Rohaya, dan Tono maupun  antara Tono (Sukartono), Tini, dan Hartono. Hingga akhirnya Tono dan Tini bercerai.

                  C. Tokoh dan Penokohan (Watak/Karakter Tokoh)
·         Sukartono (Tono), yaitu seorang dokter. Karakternya tidak setia, butuhperhatian lebih tapi dermawan
·         Sumartini (Tini), yaitu perempuan yang aktif dalam beberapa organisasi.
·         Rohayah, yaitu wanita penggoda tetapi lemah lembut dan perhatian
·         Hartono yaitu lelaki yang pernah menodai Tini dan lari dari dari tanggung jawab

D. Latar/Setting
·         Latar Tempat         : Rumah sukartono, Rumah sakit, dan Hotel
·         Latar Waktu          : Siang hari dan malam hari
·         Latar Suasana        : Menegangkan (ketika Tini memorgoki Tono sedang bersama Rohayah)

E.  Amanat
Amanat yang bisa dipetik dalam Novel Belenggu tersebut adalah :
·         Kita harus saling menghargai pasangan masing-masing, saling menyayangi dan perhatian meskipun kita sibuk dengan kegiatan masing-masing.
·         Jangan menganggu rumah tangga orang lain
F. Sudut Pandang Pengarang
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga, karena menggunakan nama tokoh seperti Tono, Tini, Rohayah dan Hartono.


UNSUR EKSTRINSIK

1.      Latar Belakang Pengarang  
Novel ini di tulis oleh Armijn Pane. Dia adalah guru bahasa dan sejarah di perguruan Taman Siswa, baik di Kediri maupun di Jakarta. Beliau mengawali pendidikannya di Hollandsislandse School (HIS) Padang Sidempuan dan Tanjung Balai. Kemudian masuk Europese lagere School (ELS), yaitu pendidikan untuk anak-anak Belanda di Sibolga dan Bukittinggi. Pada tahun 1923 menjadi Studen Stovia (sekolah kedokteran) di Jakarta. kemudian tahun 1927 ia pindah ke Nederlands-Indische Artsenschool (Nias) ‘sekolah kedokteran’ (Nias) yang didirikan tahun 1913 di Surabaya. Jiwa seninya tidak dapat dikendalikan sehingga ia kemudian masuk ke AMS bagian AI jurusan bahasa dan kesusastraan di Surakarta hingga tamat tahun 1931. Pengalamannya sebagai studen kedokteran (Stovia) di Jakarta dan Surabaya melatarbelakangi ciptaannya yang tokoh-tokohnya dokter, seperti dr. Sukartono dalam novel Belenggu.

2.      Nilai-Nilai yang terkandung dalam Novel “Belenggu”
a.       Nilai Sosial
-Tono Bersikap dermawan terhadap sesama manusia, apalagi kepada yang membutuhkan  pertolongan.
- Tini mengabdikan dirinya di sebuah panti asuhan yatim piatu.

b.      Nilai Moral
Tono Mencintai profesinya sebagai seorang dokter dan bertanggung jawab karena menganggap pekerjaannya itu adalah pekerjaan mulia.

c.       Nilai Kebudayaan
Rohayah menjadi nyai seorang lelaki Belanda di Sukarasa selama tiga tahun.

d.      Nilai Pendidikan
Tono Aktif di beberapa organisasi kewanitaan, seperti Kongres Perempuan dan lain sebagainya. 

Analisis Novel oleh St. Hajrah
(Asisten Laboratorium Bahasa dan Sastra PGSD)

Naskah Drama "Menemukanmu di Ruang Rindu"

Menikmati masa tua dengan cucu tersayang merupakan anugerah yang paling disyukuri oleh nenek. Meski tingkah sang cucu kerap kali membuat nenek naik pitam, namun beliau senantiasa memanjakan cucunya itu dengan buaian kasih sayang yang tulus. Evy adalah cucu sekaligus teman hidup nenek. Evy adalah cucu dari anak perempuan nenek. Sejak bayi evy tinggal bersama nenek, karena  orang tuanya bekerja di luar kota. Status evy yang masih memilki orang tua disembunyikan nenek dari cucunya itu. evy tidak mengetahui siapa orang tuanya dan dimana ia berada. Hal ini dikarenakan sang nenek tidak mau melihat cucunya bersedih lantaran orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.
            Suara musik gangnam style serasa memecah kuping telinga. Suara itu ternyata terdengar dari kamar evy. Sementara itu, sang nenek sudah sejak tadi mengetuk pintu kamar cucunya itu karena ingin menyuruh evy membelikannya sabun cuci. Namun  suara musik dengan volume extra keras tentu saja membuat evy tidak mendengarnya. Lalu nenek kembali memanggil evy
            Nenek  : “Tok Tok Tok (suara nenek mengetuk pintu), Evy…Evyyy buka pintunya nak!”
            Evy      : “iya” (jawab evy cuek)
            Nenek : “Nak, tolong belikan nenek sabun. Nenek ingin mencuci”
            Evy      : “Sabun?? iya sana-sana keluar (evy mengusir nenek).
            Evy pun pergi ke warung, tapi uang yang seharusnya digunakan untuk membeli sabun, malah evy belikan kerupuk. Saat itu, tiba-tiba seorang wanita terjatuh dari sepeda dan barang-barang yang dibawanya pun berhamburan di jalan. Evy pun segera membantunya. Risma nama wanita berjilbab itu, mereka berkenalan dan berbincang-bincang di tepi jalan. Tak lama kemudian, terdengar suara adzan berkumandang, Risma pun mengajak evy untuk sholat.
            Risma  : “eh, sudah adzan. Ayo kita sholat berjamaah di mesjid!” , ajak Risma
            Evy      : “apa itu?”
            Risma : “Kamu tidak mengenal sholat?”
            Evy      : Yupz”
            (Risma menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap evy yang sedang nyantai)
            Risma  : “Ayo ikut aku!” (pinta Risma sambil memegang tangan Evy)
            Risma sholat di mesjid, sementara evy menunggu Risma di teras mesjid dan memakan kerupuk yang dibelinya tadi di warung. Tiba-tiba datang dua orang anak kecil dan menanyakan kepada Evy mengapa dia tidak sholat, tapi mereka di usir oleh Evy. Setelah menunaikan sholat, Risma mengajak evy ke tempat ibunya mengajar. Ibu Risma adalah seorang uztadzah yang mengajar anak-anak mengaji. Ketika sudah sampai di tempat tersebut, evy pun ikut belajar dengan santri-santri ibu Risma, karena Evy sama sekali tidak tahu mengaji. Meskipun agak sedikit bingung dan kurang serius , namun evy terlihat bahagia dan semangat belajar mengaji.
            Setelah belajar mengaji, ternyata evy tergerak hatinya untuk belajar sholat, oleh karena itu, Risma mengajak evy ke rumahnya, disana dia mengajari tata cara sholat kepada evy. . Dengan senang hati, risma membantu evy memakai sarung dan mukena. Mereka pun sholat bersama, meskipun evy masih sering bolak balik karena ingin melihat gerakan sholat Risma. Setelah belajar sholat, evi pulang ke rumahnya. Saking semangatnya belajar mengaji, dia pun menempel poster yang berisikan huruf Hijaiyah dan tata cara sholat. Tapi, tiba-tiba sang nenek yang sejak tadi menunggu evy, masuk ke kamar evy.

            Nenek  : “mana sabunta’ nak”?
            evy      : “tidak ada Nek” (menunduk)
            nenek   : “Jadi itu tadi uang kita belikan apaki Nak?”
            Evy      : “kerupuk Nenek” L
            Nenek  : “astagfirullah nak, dari tadiji kutungguiki itu sabun, masalahnya banyak sekali                                  cucian, mauka cuci juga bajuta, makanya kusuruhki beli sabun”
            Nenek tampak kecewa dengan sikap evy, Nenek geleng-geleng kepala. Tapi ketika melihat evy memasang poster tentang tata cara sholat dan huruf hijaiyah, rasa kecewa nenek berangsur turun dann berubah menjadi rasa bangga dan sangat terharu.
            (Risma, yang kini berteman dengan  evy datang ke rumah evy dan mengajari evy mengenakan hijab. Sikap dan perilaku evy pun mulai berubah).
            Karena  bahagia dengan perubahan cucunya, sang nenek berniat untuk memberikan sesuatu kepada sang cucu. Nenek akhirnya berinisiatif untuk pergi ke pasar untuk membelikan evy kudung. Kudung berwarna abu-abu adalah kudung pilihan nenek. Beliau pun membeli kudung  tersebut. Dalam perjalanan pulang, Tiba-tiba seorang wanita yang mengendarai sepeda motor dengan laju kencang, menabrak sang nenek. Nenek tergeletak di jalan. Kudung pilihan untuk si cucu terlempar. Saat itu, dillah yang merupakan tetangga nenek, menolong nenek dan memungut kantongan nenek. Dilla juga menelpon Evy
            Dilla dan Meri, wanita pengusaha muda yang menabrak nenek, mengantar nenek pulang ke rumahnya. Evy sangat panik melihat kondisi sang nenek. Meri, menelpon sahabatnya, yang merupakan seorang dokter. Namanya dokter Nisa. Dokter Nisa pun datang ke rumah Evy
            Evy                  : “Dok, bagaimana keadaannya nenekku??”
            Dokter Nisa     : “Tenangmeki dek, tidak papaji, tapi butuh istirahat nenekta yang cukup”.
            Meri                 : “Evy cuma tinggal sama nenekta kah?”
            Evy                  : “Iye Kak, tidak kutahuki siapa orang tuaku, dan tinggal dimana, kalo
                                      bertanyaka sama nenek, tidak pernah dijawab”.
            Beberapa hari kemudian, penyakit nenek semakin parah. Tanpa sepengatahuan evy, ternyata nenek menyembunyikan penyakit yang selama ini di deritanya. Sang nenek mengidap penyakit kanker rahim dan sekarang sudah sangat parah.
            Nenek memberitahukan kepada evy kalau ternyata evy masih mempunyai ibu kandung. Nenek memperlihatkan foto kecil evy dan ibunya. Nenek juga memberitahu alamat ibunya yang tertera tepat di belakang foto evy kecil dan ibunya.
            (innalillahi wa inna ilaihi rajiun…….Nenek berpulang ke rahmattullah). Evy sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Air mata yang tak henti berlinang menjadi bukti kecintaan evy kepada sang nenek. Evy sangat merasa kehilangan saat itu. Orang yang selama ini perhatian dengannya, orang yang merawatnya dari kecil hingga sekarang, kini telah pergi menghadap ke sang Khaliq. Beliau telah pergi untuk selama-lamanya. Foto kenangan Evy dan neneknya terus dipandanginya.
            Seminggu kemudian, Evy pergi mencari ibunya berbekal alamat yang diberikan neneknya dulu dengan sebuah foto bersama kala ia masih bayi digendong oleh ibunya. Setelah mendapatkan alamat yang dimaksud, evy pun perlahan mendekati rumah tersebut dan memberi  salam.
            Evy      : “Assalamu Alaikum”          
            Nahar  : “walaikum salam, cari siapa yah”??
            Evy      : “apa benar ini alamatnya?? dan apa ibu tahu dengan ibu ini?? (memperlihatkan
                          foto ibunya”.
            Nahar  : (Heran melihat foto evy dan ibunya)
            (Nahar adalah tante evy. dia adalah adik perempuan dari ayah Evy).
            Nahar : “asstagaaaa….jadi anaknyako pale icha??”
            Evy : “iye…bisaka masuk?? mau sekalika  ketemu sama mamaku, dari keciljeka pisah”
                        (evy memaksa masuk )
            Nahar : “Eh masukmko pale eh…
            Evy pun masuk dan sangat prihatin melihat kondisi ibunya. Ibunya memiliki ganggguan mental setelah ayah evy menikah lagi. Kini, ayah Evy menetap di Malaysia bersama istri barunya. Itulah yang membuat icha (mama evy) menjadi depresi. Dia tidak mengenal siapa-siapa. Nahar, mengusir evy dan menyuruh evy membawa ibunya pulang, karena menutnya ibu evy hanya membawa beban buatnya.
            Akhirnya, evy membawa ibunya pulang ke rumah Meri, pengusaha muda yang pernah menabrak nenek evy. Meri, diam-diam sering mengintip kebersamaan evy denga ibunya. waktu itu, Meri melihat evy mencuci kedua kaki ibunya, memberikannya makan pagi, siang, malam, dan lain-lain. Meri kagum dengan kepedulian evy kepada ibunya.
            Suatu hari Meri ingin mengurus bisnisnya di luar negeri, maka dia pun akan meninggalkan Indonesia dan memberikan rumah juga sebagian usahanya kepada evy. Dia menyuruh Notarisnya, ibu Rika untuk membuatkannya surat kuasa.
            Setelah beberapa bulan, kondisi Ibu Icha (Mama Evy) semakin membaik. Evy sangat bahagia melihat perkembangan ibunya. Dia pun memberikan hadiah kepada ibunya yaitu 2 tiket haji. 1 untuk Ibunya, dan 1 untuk Evy. Mereka pun naik haji bersama. Inilah keajaiban Tuhan mempertemukan antara anak dan ibu yang telah lama berpisah. Inilah Pertemuan di Ruang Rindu.
*****************TAMAT****************************

Naskah Pidato "Pembinaan Bahasa Indonesia di SD"

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang terhormat bapak Drs. Nurmustakim, M.Pd selaku dosen bahasa Indonesia kami,
Yang saya hargai teman-teman seperjuangan M1.3
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nyalah sehingga kita dapat bertatap muka di tempat yang penuh mubaroqah ini. Dan tak lupa pula kita kirimkan salam dan shalawat kepada nabi junjungan kia, nabi besar MUHAMMAD SAW yang merupakan guru yang hebat, guru yang patut dijadikan idola baik dari segi keilmuannya maupun dari segi keakhlakannya.
            Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Pada kesempatan ini, saya akan membawakan sebuah pidato yang berjudul “Pembinaan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar”.
Hadirin sekalian…perlu kita ketahui bahwa Pembinaan bahasa Indonesia di SD merupakan  usaha atau tindakan untuk melestarikan bahasa Indonesia di sekolah dasar yang dilakukan secara efisien dan efektif.
Bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. Pada UUD 1945 Menerangkan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangatlah kuat. Pasal 36 berbunyi “Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Ini dapat diartikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia menjadi kewajiban untuk setiap kepentingan kenegaraar dan urusan tata pemerintahan. Sehingga, sudah menjadi tanggung jawab dari setiap warga Negara untuk membina, mengembangkan dan melestarikan bahasa Indonesia.
Tujuan pendidikan Bahasa Indonesia merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari tujuan pendidikan Nasional. Bahasa merupakan alat utama dan pertama untuk membangun arus pemikiran yang jelas dan teliti. Jadi Bahasa Indonesia tidak semata-mata alat komonikasi ,tapi juga alat pokok fundamental dalam proses pendidikan khususnya di Sekolah Dasar. Secara implisit tujuan pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, sikap dan motivasi penggunaan bahasa dalam masyarakat. Kenyataan di sekolah-sekolah banyak guru-guru yang menjumpai siswa-siswanya yang tidak atau belum memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan ada siswa yang malu menggunakan Bahasa Indonesia karena ditertawakan teman-temannya.
Tak bisa kita pungkiri bahwa sekarang oleh sebagian orang kurang percaya diri memakai bahasa indonesia dalam berkomunikasi bahkan cenderung malu. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa inggris, sehingga seolah-seolah kedudukan bahasa indonesia menjadi tergeser oleh bahasa inggris tersebut. Inilah fenomena yang ada sekarang. Terkait dengan pembinaan bahasa indonesia disekolah dasar, guru sudah seharusnya menggunakan bahasa indonesia dalam mengajar di sekolah dasar, tentunya dengan benar dan tepat.
Adapun Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengajaran peminaan Bahasa Indonesia adalah tujuan, siswa, lingkungan [yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ] dan Sarana [kurikulum, guru, metode,alat pengajaran dan evaluasi ] Tujuan maksudnya adalah tujuan pengajaran harus mencakup tiga asfek yaitu : pemahaman,ketrampilan dan sikap.Secara operasional rumusan tujuan harus dapat dievaluasi sehingga dapat diketahui tujuan berhasil atau tidak. Murid adalah murid sebagai subjek didik harus diperhatikan, karena bagi murid yang baru pandai berbahasa Indonesia akan mempengaruhi stategi pembelajaran di kelas. Bagi murid yang sudah mahir berbahasa Indonesia maka guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi ajar.
Usaha-usaha yang dapat ditempuh dalam mengatasi masalah proses pembinaan bahasa Indonesia di SD adalah sbb :

1.     Peranan guru bahasa Indonesia dalam pembinaan bahasa Indonesia contohnya, dalam pengajaran bahasa Indonesia guru dapat membimbing anak untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Disini guru harus kreatif dalam menampilkan materi-materi ajarnya, sehingga anak tidak bosan , khusus dalam pelajaran BI {Bahasa Indonesia} guru harus bias mengembangakan ke empat asfek kebahasaan {mendengar, membaca, menulis dan berbicara } atau paling kurang tiga aspek saja
2.    Pembinaan Bahasa Indonesia dalam pengajaran di sekolah. Tidahanya dalam pelajaran bahasa Indonesia saja guru dapat melakukan pembinaan berbahasa Indonesia tapi dapat dilakukan disemua mata pelajaran baik dalam kelas maupun di lapangan. Yang penting apabila anak berada dilingkungan sekolah semua peserta didik, Pengajar ataupun pegawainya diharuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari situ anak dan semua warga sekolah terbiasa berbahasa yang baik.
Kalau anak didik telah pandai berbahasa Indonesia yang baik maka Proses Belajar Mengajar disekolah akan lebih lancer, komonikasi akan lancar dan materi –materi pelajaran akan mudah dipahami anak, dan tujuan pembelajan akan dapat dicapai dengan optimal.
3.    Menghilangkan rasa malu untuk selalu berbahasa Indonesia , dengan catatan tidak meninggalkan bahasa daerah setempat.
4.    Menumbuhkan rasa cinta tanah air yaitu dengan menggunakan bahasa persatuan, bahasa Indo
nesia , dapat disampaikan melalui mata pelajaran PPKN.

Demikianlah pidato yang sempat saya bawakan. Segala kelebihan itu datangnya dari Allah SWT. Dan segala kekurangan datang dari pribadi saya selaku mamusia bahasa. Sebagai kesimpulan bahwa dalam melakukan pembinaan bahasa Indonesia di SD perlu kerja sama dari semua pihak, secara umum ada empat usaha yang yang dapat ditempuh dalam mengatasi masalah proses pembinaan bahasa Indonesia di SD. Usaha-usaha tersebut adalah Pembinaan bahasa Indonesia dalam pelajaran Bahasa Indonesia, Pembinaan bahasa Indonesia pada mata pelajaran lainnya. Membiasakan / membudayakan berbahasa Indonesia dilingkungan sekolah, dan Menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.



Word and Sentences

NO

WORDS
SENTENCES
1.
Door

The door was pushed by Andi
2.

Flower
The flower is beautiful
3.

Book
I will writing a book
4.

Pen

 Ulfa borrow Mita’s pen
5.

Computer

My Computer room is located in the third floor
6.

Motorcycle

Gusna go to campus by motorcycle
7.

Car

The colour of Rika’s car is blue
8.
Bag

I have the big bag
9.
Library

Rina reading book in the library
10.
Chair

The chair is broken
11.
Table

The table is  making by Mr. Arif
12.
Canteen

I buy food in the canteen
13.
Fan

The fan is rotate very fast
14.
Mosque

Tuya prays in the mosque
15.
Tree

The tree is very high
16.
Dictionary

My dictionary is lost
17.
laboratory

I love lobaratory in the campus
18.
Trush bin

We do not trush bin in our class
19.
Laptop computer

Vira forget to bring her laptop computer
20.
Rice cooker

She cooked use rice cooker
21.
classrooom

M1.3 classroom very noisy
22.
Toilet

Toilet  in my campus is very clean
23.
Corridor

I always sit in corridor
24.
Broom

There are three brooms in my classroom
25.
Rubbish

The rubbish is burn
26.
Parking place

Firman is waiting for Gusna in parking place
27.
Stone

The stone is throwed by Alam
28.
Security post

Security post is quiet
29.
Shoes

My shoes is limited edition
30.
Handphone

He has the best handphone
31.
Televition

They are watching televition
32.
Glass

I drink use a glass
33.
Plate

The plate is break
34.
Slipper

She uses slipper in the classroom
35.
Socks

The colour of my socks is white
36.
Clothes

My clothes is wet
37.
Skirt

Yulfi’s skirt is very long
38.
Throsers

Tight throsers becoming present day tren
39.
Marker

She buys a marker in the virtual
40.
White board

My lecturer is write in the white board
41.
Eraser

The eraser is fallen
42.
Pasteboard

The pasteboard in fron of corridor
43.
Poster

There are many poster in same place of my campus
44.
Doorstep

We pass doorstep to the faculty
45.
Fotocopy

I go to the fotocopy place everyday
46.
Printer

Ria see the printer in laboratory
47.
Ink

The ink is fallen to floor
48.
Cake

The cake made my mother is very delicious
49.
Calender

I see calendar everyday
50.
Fishpond
There is fishpond in the campus

51.
Scissors

She takes scissors in laboratory
52.
Umbrella

There are many umbrella in my classroom
53.
Glasses

I do not use glasses
54.
clock

I forget to bring my clock
55.
Calculator

Ria uses calculator to counting her money.
56.
Wall

The colour of wall in my classroom is white
57.
Wi-fi

Wi-fi in my campus is slow
58.
Paper

Ronald uses paper to make kate
59.
Key

I lost my key in campus
60.
Helmet

My helmet always fallen in the parking place